Kamis, 23 Juni 2016

PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY PADA APLIKASI CHILDEAF UNTUK ANAK PENYANDANG TUNA RUNGU

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
Makalah Pengembangan

PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY PADA APLIKASI CHILDEAF UNTUK ANAK PENYANDANG TUNA RUNGU

Nama Kelompok
1.     Avani Rossy        (11112258)
2.     Judita Fitria W.E  (13112983)
3.     Sultan Al-Alaq     (18112173)
         

Jakarta
2016





DAFTAR ISI
COVER.......................................................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
PENDAHULUAN......................................................................................................................
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................
1.2 Batasan Masalah....................................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................................
1.4 kelebuhan Dan Kekurangan...................................................................................................
1.5 Rancangan Pengembangan Aplikasi......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................




















PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran dan percakapan dengan derajat pendengaran yang bervariasi antara 27dB – 40dB dikatakan sangat ringan, 41dB – 55dB dikatakan Ringan, 56dB – 70dB dikatakan Sedang, 71dB – 90dB dikatakan Berat, dan 91 ke atas dikatakan Tuli. Istilah tunarungu diambil dari kata “tuna” yang berarti kurang dan “rungu” yang berarti pendengaran atau dapat dikatakan orang yang kurang dalam pendengaran. Seorang yang tidak mampu untuk mendengar suara dapat dikatakan tunarungu. Anak  penyandang tunarungu secara fisik tidak berbeda dengan anak yang normal pada umumnya, tetapi akan diketahui saat berkomunikasi dengan anak tersebut.
Pada umummnya kemampuan anak tunarungu dengan anak normal dalam berbahasa dan berbicara berbeda karena hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan mendengar. Dalam berkomunikasi, anak tunarungu mengalami hambatan yang disebabkan ketidakmampuan untuk mendengar sehingga untuk menyampaikan maksud kepada orang lain mengalami kesulitan. Bahasa merupakan alat dan saluran untuk komunikasi. Selain itu juga bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri. Melalui bahasa kita dapat mengungkapkan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Agar maksud kita tersampaikan dan dimengerti oleh orang lain kita harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Ada dua cara yang sering dipakai dalam berkomunikasi, yaitu dengan cara verbal dan non verbal. Berkomunikasi dengan cara verbal dilakukan menggunakan media lisan dan tulis, sedangkan berkomunikasi secara non verbal dilakukan dengan menggunakan media berupa simbol, isyarat dan kode tersebut diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
Untuk memudahkan komunikasi yang baik antara anak penyandang tunarungu dengan masyarakat umum, maka diciptakan media pembelajaran perkenalan sehari-hari yang sering/umum digunakan untuk menyampaikan maksud anak tersebut. Media pembelajaran non verbal ini diimplementasikan menggunakan teknologi Augmented Reality (AR).
Augmented Reality atau dapat disebut sebagai kenyataan tertambah, merupakan aplikasi yang dapat menggabungkan suatu objek virtual 2D atau 3D kedalam dunia nyata secara real time. Aplikasi ini dapat ditampilkan dengan inputan perekaman sebuah kamera dengan memasukkan benda maya sehingga dapat dilihat dalam keadaan nyata. Dengan kata lain, Augmented Reality hanya sekedar menambahkan atau melengkapi saja.
Saat ini metode pembelajaran dengan membaca buku cenderung membuat anak tidak dapat berimajinasi dengan nyata karena hanya disajikan dalam bentuk informasi dan gambar. Aplikasi Augmented Reality untuk anak penyandang tunarungu akan memberikan gambaran nyata saat akan berkomunikasi dengan orang lain. Aplikasi ini sangat sesuai dengan anak-anak yang masih balita karena penyampaian pembelajaran yang menarik dan real time. Selain itu, pembelajaran ini juga dikemas dengan memberikan metode baru untuk tetap mengenalkan anak tunarungu terhadap teknologi yang terus berkembang. Dengan adanya Augmented Reality, dapat memudahkan anak penyandang tunarungu untuk belajar bahasa tunarungu yang kemudian akan disampaikan ke sesama tunarungu maupun ke masyarakat umum.
Pengembangan terus dilakukan dalam ilmu teknologi, selain untuk terus menampilkan informasi terbaru juga untuk memudahkan dan membuat para pengguna lebih tertarik menggunakan aplikasi yang diciptakan.
1.2          Batasan Masalah

Pada batasan masalah yang akan dibahas, yakni tentang penambahan beberapa fitur untuk membuat aplikasi yang sebelumnya telah dibuat menjadi lebih baik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, pengembangan tulisan ilmiah  ini difokuskan pada :
1.      Pengembangan aplikasi Childeaf agar tampilan lebih berwarna dan menarik
2.      menggunakan software Blender, MakeHuman, Unity dan Adobe photoshop untuk pengembangan aplikasi
3.      materi yang di bahas dalam evaluasi ini adalah Pengembangan implementasi Augmented Reality pada aplikasi untuk anak-anak penyandan tunga rungu

1.3        Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari pengembangan tulisan ilmiah ini adalah,
1.      Untuk membantu anak-anak penyandang tunarungu dalam proses belajar menggunakan media teknologi
2.      Untuk mendapatkan aplikasi yang lebih menarik dalam proses belajar
3.      Untuk mengetahui lebih jauh tentang keberhasilan pembelajaran siswa melalui media teknologi

1.4        Kelebihan Dan Kekurangan
              
               Berdasarkan hasil tanggapan responden, Adapun kelebihan dan kekurangan dari aplikasi tersebut adalah
1.   Kelebihan
a.       Aplikasi yang cukup membantu
b.      Aplikasi yang serupa belum banyak ditemukan
c.       Animasi mambantu proses belajar menjadi lebih mudah

2.   Kekurangan
a.       Berjalannya aplikasi kurang halus
b.      Perpaduan warna yang kurang menarik

1.5        Rancangan pengembangan aplikasi

               Pada pengembangan aplikasi ini, penulis tidak merubah alur struktur navigasi awal, atau rancangan tampilan aplikasi. Penulis akan mengembangkan aplikasi CHILDEAF hanya sebatas perbaikan animasi seperti warna dan pergerakan animasi.

Gambar Struktur Navigasi

Pada pengembangan perancangan aplikasi ini, penulis akan menggambarkan rancangan pengembangan lebih lanjut dari aplikasi ini. Langkah perancangannya antara lain :

1.       Mengubah model 3D pada aplikasi MakeHuman agar bentuk dan tampilan model lebih berwarna dan menarik. Pada gambar sebelumnya tampilan model 3D sebagai berikut

Gambar Model 3D Aplikasi

Selanjutnya, akan merubah warna pakaian dari model menjadi lebih berwarna, sehingga dapat menarik perhatian anak kecil sebagai penggunanya.

1.      Mengatur keyframe model 3D pada aplikasi Blender, dengan membuat waktu
pergerakan dari 70 detik menjadi 100 detik, agar pergerakan model terlihat lebih
halus.

Gambar KeyFrame

Pengaturan KeyFrame diperlukan untuk mengatur waktu pergerakan model yang akan di rekam, diharapkan dengan menambah waktu pada keyframe akan memperhalus gerakan dari model 3D.

1.      Mendesain tampilan background dan tombol pada aplikasi dengan menggunakan software Adobe PhotoShop agar lebih menarik sehingga mudah di pahami oleh pengguna. Rancangan interface tidak diubah, seperti desain sebelumnya.

Ø  Rancangan Halaman Utama
Gambar Halaman Utama

Ø  Rancangan Halaman Menu
Gambar Halaman Menu

Ø  Rancangan Tampilan Tentang
Gambar Halaman Tentang

Ø  Rancangan Tampilan Objek Aplikasi
Gambar Halaman Objek

Rancangan tetap menggunakan rancangan awal, namun Tombol pada setiap halaman akan diganti dengan tampilan yang lebih berwarna.

1.      Menggabungkan model 3D dan desain tampilan yang telah dibuat pada Adobe
Photoshop di Unity, mengecek pergerakan model 3D dan mendesain ulang scene yang dengan background dan tampilan tombol yang baru.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Alaq, Sultan. 2015. Implementasi Augmented Reality pada Aplikasi CHILDEAF. Universitas Gunadarma.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar