Selasa, 18 November 2014

PERBEDAAN TOPIK, TEMA DAN JUDUL



1.       TOPIK
·         Pengertian Topik

                Kata topik berasal dari bahasa Yunani "Topoi" yang artinya tempat, dalam kegiatan tulis-menulis berarti pokok pembicaraan, topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian , deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.

·         Sumber - sumber Topik

                Sumber datangnya sebuah topik dapat berasal dari mana saja, antara lain sebagai berikut :
- Sumber pengalaman pribadi.
- Sumber dari hasil pengamatan.
- Sumber-sumber dari berimajinasi.
- Sumber dari hasil penalaran kita.

·         Membatasi Topik

                Membatasi sebuah topik adahal hal penting agar suatu tulisan tidak terlalu melebar dari pembahasan utama, pembatasan topik sendiri dijelaskan lagi dengan beberapa hal seperti :
- Menurut Tempat
- Menurut Waktu
- Menurut Hubungan
- Menurut pembagian bidang manusia (politik, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dll)
- Menurut aspek umum-khusus
- Menurut objek material dan formal

2.       TEMA
·         Pengertian Tema

                Tema berasal dari bahasa Yunani " Thitenai" yang berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang sudah ditempatkan. Tema juga merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.                

·         Syarat Tema yang baik :
- Tema harus menarik .
- Tema dikenal dan diketahui dengan baik.
- Bahannyadapat diperoleh.
- Tema dibatasi ruang lingkupnya.


3. JUDUL

·         Pengertian Judul

                Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Dalam artikel judul sering juga disebut kepala tulisan, ada yang mendefinisikan judul sebagai lukisan singkat suatu artikel. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat, dan menarik.

·          Syarat-syarat pembuatan judul

               Sebuah judul haruslah memiliki spesifikasi tertentu agar menarik, seperti :

- Harus Relevan      : yaitu memiliki pertalian dengan temanya.
- Harus Provokatif  : yaitu menimbulkan keingintahuan dari tiap pembaca terhadap isi buku
                                  atau karangan.
- Harus Singkat       : yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frase.

·         Jenis Judul :

- Judul Langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya                                      dengan bagian utama nampak jelas.

-  Judul tidak langsung : Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi                                               tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.


sumber :
http://ajengputrirahayu.blogspot.com/2013/11/perbedaan-tema-topik-dan-judul.html
http://jafarbaqdhat.blogspot.com/2012/11/pengertian-topik-tema-judul.html
http://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul.html


Minggu, 09 November 2014

ALINEA

I. PENGERTIAN ALINEA 
                Alinea merupakan bentuk bahasa yang biasanya tersusun dari beberapa kalimat.  Alinea diperlukan untuk mengungkapkan suatu ide dari suatu kalimat, alinea sebenarnya sudah bisa dikatakan sebagai sebuah karangan, sebab suatu karangan formal boleh terdiri dari satu alinea.

II. UNSUR-UNSUR ALINEA
                Suatu alinea tentunya harus disusun dengan sedemikian rupa agar hasilnya memnjadi baik namun hal itu tidak akan terwujud jika unsurnya tidak sesuai dengan hal yag diinginkan, maka dari itu suatu alinea harus memiliki unsur-unsur yang baik, unsur-unsur itu adalah :
·         TOPIK
                topik atau tema merupakan hal utama dalam pembuatan suatu alinea, dibutuhkannya suatu topik adalah agar perpaduan kalimat dalam suatu alinea terjalin sehingga pembahasan dalam alinnea tersebut tidak keluar dari pokok utama.

·         KALIMAT UTAMA
                Kalimat utama atau pokok pikiran merupakan dasar dari pengembangan suatu alinea, keberadaan kalimat utama bisa berada diawal , diakhir, ataupun diawal dan akhir kalimat.

·         KALIMAT PENJELAS
                Kalimat penjelas merupakan kalimat yang memiliki fungsi sebagai penjelas dari suatu gagasan utama .

·         JUDUL
                Judul merupakan kata atau kalimat awal yang akan menjadi dasar pembahasan.


III. SYARAT-SYARAT ALINEA

                Selain memiliki unsur ternyata alinea juga memiliki syarat yang harus dipenuhi sebelum dapat dikatakan sebgai suatu alinea. Ini diantaranya :

A.      KESATUAN
                Tiap alinea memiliki suatu topik atau gagasan, jadi suatu alinea yang dianggap memiliki kesatuan adalah alinea yang kalimat-kalimatnya tidak terlepas dari topik utamanya.

B.      KOHERENSI
                Syarat lain yang harus dimiliki oleh alinea ialah koherensi atau kepaduan, yaitu adanya hubungan yang harmonis , yang memperlihatkan suatu kesatuan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Alinea yang memiliki koherensi dapat memudahkan pembaca dalam mengerti jalan cerita atau alur pada sebuah alinea.
C.      PERKEMBANGAN PARAGRAF
                Perkembangan parahgaf menuju klimaks juga harus dijaga kestabilannya agar tidak keluar dari pokok atau gagasan utamanya.


IV. METODE PENGEMBANGAN ALINEA
               
                Ada unsur, dan juga syarat, selanjutnya kita akan membahas bagaiman mengembangkan suatu alinea. Dibawah ini merupakan beberapa metode atau cara mengembangan alinea :

1.       METODE DEFINISI
                definisi adalah cara usaha seorang penulis menerangkan pengertian dari suatu hal, untuk membuat definisi yang jelas penulis harus memperhatikan penentuan ciri khas konsep atau hal tersebut.

2.       METODE PROSES
                Sebauh alinea dapat dikatakan menggunakan metode proses apabila, isi alinea menguraikan suatu proses. Proses merupakan suatu urutan perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu., jika hasil ingin lebih mudah dipahami maka penulis harus menuliskan proses tersebut secara kronologis.

3.       METODE CONTOH
                Contoh merupakan suatu hal yang dapat mempresentasikan suatu definisi dengan cara lain atau biasanya dengan suatu kejadian yang berkaitan dengan definisi tersebut.

4.        METODE SEBAB-AKIBAT
          Metode ini biasanya digunakan untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkan atau ssebaliknya. Faktor yang paling penting dalam metode ini ialah kejelasan dan kelogisan.

5.       METODE UMUM KHUSUS
                 Berisi penjelasan umum dan khusus pada suatu alinea, Bisa memberikan penjelasan umum terlebih dahulu setelah itu khusus atau sebaliknya.

6.        METODE KLASIFIKASI
                Berisi suatu pernyataan dengan dilengkapi data secara berurut.

7.        METODE PEMBANDING
                Kalimat topik yang berisi perbandingan dua hal, misalnya yang bersifat abstrak dengan yang bersifatv kongkret.


V.  MACAM-MACAM ALINEA

·         BERDASARKAN TUJUAN
1)      Alinea Pembuka : Alinea Pembuka biasanya memiliki sifat yang menarik, dan
                                memiliki tugas menyiapkan pikiran pembaca untuk memasuki
                                masalah yang akan diuraikan .

2)      Alinea Penghubung : Alinea ini berisikan tentang isi masalah yang akan disampaikan
                                      kepada pembaca.

3)      Alinea Penutup : Alinea penutup biasanya berisikan kesimpulan(untuk bentuk
                               argumentasi) atau penegasan kembali(untuk bentuk eksposisi)               
                               mengenai hal penting.
               
·         BERDASARKAN LETAK

Ø  Alinea atau Paragraf Deduktif
                Biasanya letaknya diawal kalimat diawal paragraf, dimulai dengan pernyataan umum diuraikan dengan penjelasan khusus.
               
Ø  Alinea  atau Paragraf Induktif
                Biasanya letaknya kalimat utama diakhir paragraf, diawali dengan uraian atau penjelasan yang bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

Ø  Alinea atau Paragraf Campuran
                Letak kaliamt utama diawal dan diakhir kalimat, Kalimat yang terletak diakhir berupa penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

·         BERDASARKAN ISI

v  Alinea atau Paragraf Deskripsi
                Kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata, tema suatu paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf biasa digunakan untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, atau situasi dalam cerita.

v  Alinea atau Paragraf Proses
                Pada alinea ini tidak terdapat kalimat utama, maupun pikiran utama yang tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang dapat mengurutkan suatu kejadian meliputi ruang, waktu, klimaks, dan antiklimaks.

v  Alinea atau Paragraf Efektif
                Alinea ini merupakan alinea yang memenuhi ciri pargraf yang baik, alinea sendiri terdiri dari beberapa kalimat , yang kalimatnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu penjelas.
               
               
SUMBER :
http://mziadilmi.blogspot.com/2013/01/pengertianstrukturtujuanmacam.html
http://ibnukhairooooo.blogspot.com/2012/11/unsur-unsur-alinea.html
http://vixionholick.wordpress.com/2011/11/22/syarat-syarat-paragraf-alinea
http://heru-adipraja.blogspot.com/2013/11/metode-pengembangan-alineacontoh-contoh.html

http://unyilunyil12.blogspot.com/2010/12/pengertian-alinea-dan-paragraf.html

Sabtu, 01 November 2014

KALIMAT EFEKTIF


            Kalimat Efektif adalah kalimat yang diungkapkan sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh orang lain.
Pengertian Kalimat Efektif terdapat 2 dasar :
1. Dapat Mewakili paragraf utama.
2. Dapat dipahami oleh pendengar yang sama arti dengan penulis atau pembicara.

Syarat - syarat dalam membuat Kalimta Efektif
1. Kesepandanan / Koresi
            Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K).  Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam struktur bahasa.

Contoh:

                  Budi (S) pergi (P) ke kampus (Ket). Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
                Tomi pergi ke kampus, lalu Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif).
                Tomi pergi ke kampus, lalu ke perpustakaan (efektif).

2. Kehematan
            Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. 

Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:

a. Menghilangkan pengulangan subjek.

b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh:

Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif) Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif) Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif) Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)


3. Penekanan
                 Penekanan Yang dimaksud dengan penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu.  Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat.
Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada
dirinya. Penekanannya ialah presiden mengharapkan.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Penekanannya Harapan presiden.
Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.

Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh: Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Seharusnya: Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh: Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh: Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Mempergunakan partikel penekanan (penegasan).
Contoh: Saudaralah yang bertanggung jawab.

4. Kevariasian
Kevariasian Untuk membuat kalimat yang tidakmonotondanmenjemuka n, diperlukan adanya variasi. Kevariasian dapat ditempuh dengan berbagai cara berikut.
Variasi penggunaan kata
Contoh :
Pembicaraan itu membicarakan kenakalan mahasiswa. (monoton) Pembicaraan itu membahas kenakalan mahasiswa. (variatif) 2.5.2 Variasi dalam pembukaan kalimat
Contoh :
a) Frasa keterangan tempat atau keterangan waktu diletakkan diawal kalimat. Dari desa yang terpencil ia merantau ke Bandung.
b)Penggunaan frasa verbal Merombak kendaraan tua adalah kegemarannya.
c)Penempatan klausa anak kalimat,Kalimat adalah satuan bahasa terkecil,dalam wujud lisan atau tulis yang
memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat.Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran.Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat
adalah ketepatan penggunaan kalimat.
5. Kelogisan
 Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
o Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
o Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
o Jalur ini terhambat oleh iring- iringan jenazah.


Sumber :
http://candrarosdianto.blogspot.com/2013/10/definisi-dan-ciri-ciri-serta-contoh.html
http://zabidin1993.blogspot.com/2013/11/kalimat-efektif.html

http://www.rumpunnektar.com/2014/02/ciri-ciri-kalimat-efektif-dan.html