Selasa, 15 April 2014

KEPEMIMPINAN


KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan, dari kata tersebut pastilah yang terlintas di pikiran kita adalah seorang boss atau  seorang atasan, hemm sesungguhnya pemikiran itu sangatlah dangkal. Kepemimpinan sesungguhnya memiliki makna yang beragam dilihat dari sudut pandangnya, misalnya dari sudut pandang psikologi, agama, budaya, dan lainnya. Kita akan membahas tentang Kepemimpinan itu sendiri lebih mendalam.

PENGERTIAN :
            Jika saya bertanya kepada anda para pembaca, apa arti pemimpin?, pastinya anda menjawab kurang lebih seperti yang saya katakan ini, pemimpin adalah seseorang yang memiliki kekuasaan khusus, atau posisi tinggi dalam suatu kelompok individu. Namun jiga saya bertanya kepada anda, apa arti kepemimpinan?,Jika saya katakan bahwa kemimpinan adalah suatu kemampuan seseorang(pemimpin) dalam mempengaruhi orang lain dalam rangka mewujudkan tujuan atau kepentingan bersama, apakah saya benar?, Mari kita bahas kembali.
            Banyak hal yang menunjukkan bahwa suatu kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi, pertanyaannya siapa yang kita pengaruhi?, Pada dasarnya proses meminpin atau mempengaruhi kita lakukan pada diri kita terlebih dahulu, setelah kita dapat memimpin diri kita sendiri barulah kita memcoba untuk dapat memimpin orang lain, namun pada kenyataannya banyak dari kita yang mengesampingkan proses memimpin diri sendiri yang berakibat bukannya memimpin orang lain kita justru memerintah bahkan memaksa orang lain untuk menuruti kemauan kita.
            Sesungguhnya setiap orang adalah seorang pemimpin, dilihat dari bagaimana mereka mempengaruhi diri mereka terlebih dahulu, namun setiap orang memiliki sisi lemah yaitu saling ketergantungan dalam memutuskan dan mengambil langkah tepat dalam hidupnya, misalnya guru, orang tua, dan lainnya. inilah yang menyebabkan seseorang memerlukan sosok pemimpin lain diantara mereka.

KARAKTERISTIK:
            Tidak sembarang orang bisa menjadi seorang pemimpin, ada hal-hal khusus yang dapat menjadi tolak ukur atau penilaian apakah seseorang itu dapat menjadi seorang pemimpin yang baik atau tidak, berikut merupakan karateristik yang disarikan dari tulisan greenleaf dan spears :
1.      Panggilan Hati : Keinginan natural dalam melayani orang lain.
2.      Mendengarkan : Pendengar yang baik.
3.      Empati : Berusaha memahami posisi orang lain.
4.      Penyembuhan : Menyembuhkan dirinya dan orang lain dalam segala bentuk masalah.
5.      Kesadaran Diri : Kesadaran diri pada kondisi umum dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.
6.      Persuasi : Keterampilan dalam meyakinkan orang lain.
7.      Konseptualisasi : Kemampuan untuk mengonsep suatu dunia menjadi mimpi besar sesuai visi-misi mereka.
8.      Memiliki Pandangan ke Depan : Memahami pelajaran dari masa lalu, kenyataan masa sekarang, dan kemungkinan konsekuensi suatu keputusan di masa yang akan datang.
9.      Stewardship : orang pertama dan utama yang mampu memotivasi bawahannya.
10.  Komitmen : Memiliki kemampuan dalam mengetahui kepribadian bawahannya.
11.  Membangun Komunitas : Dapat membangun suatu kelompok masyarakat yang sehat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI:
Selain ada karakteristik untuk menjadi seorang pemimpin, adapula beberapa hal yang dapat mempengaruhi seorang pemimpin efektif atau tidak efektif dalam melakukan tugasnya, diantaranya:
·         Pengalaman dan Latar belakang : maksudnya adalah pengalaman dan latar belakang mempengaruhi kita dalam berperilaku terhadap bawahan, agar mereka dapat diajak bekerja sama dalam mencapai tujuan.

·         Temperamen, Karakter, dan Kepribadian : Tentunya sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki ketenangan yang tinggi dalam meyelesaikan masalah, memiliki karakter yang kuat agar disegani oleh bawahan, juga kepribadian yang baik agar disenangi bawahan dan rekan kerja lainnya.

·         Kemampuan mengatur dengan efektif : Dalam tugas seorang pemimpin yang menjadi peran penting adalah cara pemimpin dalam mempengaruhin bawahan agar dapat bekerja sama dalam mewujudkan suatu keinginan bersama, tentunya juga mengatur agar para bawahan dapat mengerjakan apa yang diperintahkan dengan sesuai dan tepat waktu.

TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN :
            Jika dipembahasan sebelumnya kita membahas apa saja yang baik dan tidak mengenai seorang pemimpin, maka pada pembahasan ini kita akan membahas mengenai tipe apa saja yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Terdapat 6 tipe yang diakui keberadaannya secara luas, yaitu:
1.      Tipe pemimpin Otokratis
seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
• Menganggap organisasi milik pribadi
• Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
• Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
• Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat

2.      Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
• Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
• Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
• Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan
• Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
• Sukar menerima kritikkan dari bawahan
• Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan

3.      Tipe Paternalisti
Yaitu seorang pemimpin yang:
• Menganggap bawahannya tidak dewasa
• Bersikap protektif
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi
• Sering bersikap tahu segalanya

4.      Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5.      Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
• Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
• Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
• Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
• Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya

6.      Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
• Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
• Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
• Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
• Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
• Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan



IMPLEMENTASI STRATEGI

             aktivitas atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis sebagai penjabaran dari strategi. Anggaran; gambaran rinci tentang sumber dana yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya.


-Prosedur; sering disebut SOP, sistem dari langkah atau teknik yang berurutan tentang bagaimana suatu pekerjaan atau tugas dikerjakan

-Standar Kinerja; ukuran target bersifat kuantitatif maupun kualitatif dari program yang dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan atau pencapaiannya.
-Hubungan antar tingkat akhir (tujuan & sasaran) dengan alat pencapaiannya (strategi dan taktik) tidaklah mudah.
Keberadaan manajemen strategi tidak untuk mendikte tujuan, sebaliknya tujuan dan sasaran harus dipengaruhi oleh peluang yang tersedia, ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam usaha pencapaian tujuan dalam perencanaan manajemen strategi antara lain :

1. Efektif dan efesiensi
Manajemen strategi disebut efektif jika hasil yang dicapai seperti yang di inginkan

2. Keputusan dan Emplementasi
Keputusan manajemen strategi tidak berarti apa-apa tanpa implementasi
o Proses berfikir yang mendahului tindakan
o Pengetahuan mengenai jumlah merupkan kunci penting.

3. Pertumbuhan dan Struktur Organisasi
Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala organisasi berkembang

4. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
Budaya organisasi sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi, yang diterima sebagai nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru.


SUMBER :

http://phia12.wordpress.com/2012/09/20/makalah-implementasi-manajemen-strategi-dalam-organisasiperusahaan/ diakses tanggal 12 April 2014

http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/tipe-tipe-kepemimpinan/  diakses tanggal 12 April 2014

http://books.google.co.id/books?id=Upm_Kdw0KNwC&pg=PA3&lpg=PA3&dq=pembahasan+buku+tentang+kepemimpinan&source=bl&ots=rqc5Kc0kWV&sig=-J0Xhm3_9Is7KDj9jQMqMlCRN74&hl=en&sa=X&ei=__xLU_2UONHc8AXZ7oGYBg&redir_esc=y#v=onepage&q=pembahasan%20buku%20tentang%20kepemimpinan&f=false  diakses tanggal 12 April 2014

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan diakses tanggal 12 April 2014

Adair, John , 1995,Bukan Bos Tapi Pemimpin, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama

Nashori, Fuad(Editor), 2009, Psikologi Kepemimpinan, Yogyakarta, Pustaka Fahima