Kamis, 24 Oktober 2013

PENGALAMAN ORGANISASI

PASKIBRA

     
 
PEMBAHASAN
 
       Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Negara). Anggotanya berasal dari pelajar SLTA Sederajat kelas 1 ATAU 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus

Lambang
       Lambang dari organisasi paskibraka adalah bunga teratai
tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

       Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soekarno, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
Kelompok 8 / pembawa (inti),
Kelompok 45 / pengawal.

       Adapun maksud diadakannya DIKLATSAR calon paskibra karena merupakan upaya pengenalan ilmu yang telah diperoleh dalam rangka pengabdian sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional serta dalam rangka pembinan dan pengembangan kesiswaan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang menjadi tanggungjawab bersama baik pemerintaah, masyarakat dan pemuda.


Tujuan:

1.  Menanamkan serta mengembangkan rasa persaudaraan nasional seerta kebangsaan nasional
2.  Merupakan kebanggaan, kecintaan, turut memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda.
3. Mewujudkan kader-kader patriot negara bangsa dan negara ketahanan nasional. Pengembangan dan penerus nilai dan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
4. Mengembangkan sikap disiplin dan tertib serta mengikutsertakan pada peringatan hari-hari bersejarah.
5. Mempersiapkan anggota paskibra sekolah dan kotamadya serta dua orang wakil terbaik masing-masing satu putra dan satu putri untuk mengikuti seleksi calon paskibraka tingkat kecamatan, kotamadya dan provinsi pada tahun ke-dua pendidikan dan latihan.
Dasar paskibraka 

Dalam paskibraka kita mengenal dasar-dasar yang berguna sebagai tujuan organisasi paskibraka di antanya :
Ø  Rasa senasib, sepenanggungan dan seperjuang.
Ø  Rasa persaudaraan dan kekeluargaan
Ø  Rasa persatuan dan kesatuan menuju pertahanan dan keamanan
Bunga teratai
 Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.

Struktur  dalam organisai paskibra 
 
secara garis besar, pembagian tugasnya antara lain:

  • Ketua: membuat, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan dengan bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam kepengurusan.
  • Wakil Ketua: membantu tugas ketua, mengkoordinasikan seksi2 dan menggantikan ketua jika berhalangan.
  • Sekretaris: melaksanakan tugas sebagai seorang sekretaris di paskibra, kalau mau tahu apa pekerjaan sekretaris? tanyakan ke jurusan sekretaris kelas 2 or kelas 3.
  • Bendahara: melaksanakan tugas sebagai Bendahara, mau tahu juga apa pekerjaannya? tanyakan juga ke jurusan akutansi kelas 2 or kelas 3.
  • Seksi-seksi, sebagai pelaksana lapangan tugas2 yang diberikan ketua:
  • Kegiatan: merancang, mempersiapkan dan mengkoordinir kegiatan yang sudah disepakati.
  • Tata adat: menegakkan peraturan adat paskibra smkn 1 martapura yang telah disepakati.
  • Sekretariat: membantu sekretaris dan menyimpan semua dokumen2 yang dimiliki paskibra.
  • Humas: memberikan info tentang paskibra dan melakukan urusan-urusan ke luar organisasi, tugasnya seperti departemen penerangan (misalnya lho......)
  • Upacara: melatih petugas upacara juika diminta dan mengkoordinir upacara yang petugasnya adalah paskibra seperti upacara hari ulang tahun sekolah.                                      



BAB II

PENGALAMAN


        Pengalaman berorganisasi saya adalah menyangkut paskibra, awal mula saya menggemari kegiatan ini sejak saya duduk dibangku sekolah dasar. Saat itu sekolah saya diminta mengirimkan perwakilannya untuk ikut dalam acara "Hari Kesaktian Pancasila" yang diadakan setiap tanggal 1 Oktober. Sekolah saya pun menyeleksi siswa-siswa yang siap untuk diikutsertakan dalam kegiatan tersebut, dan saya adalah salah satu siswa yang terpilih, sejak itu saya mulai tertarik dengan dunia pendidikan baris berbaris, setelah lulus tingkat sekolah dasar saya melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP, di SMP ternyata ada organisasi yang disebut PASKIBRA yang sistemnya mirip dengan baris-berbaris, karena saya memang sudah sangat tertarik maka saya mengikuti organisasi tersebut. Tidak hanya sampai saat itu, setelah di tingkat SMA pun saya kembali menggeluti kegiatan tersebut, walaupun pada awalnya saya berencana untuk tidak mengikuti organisasi PASKIBRA lagi, bukan karena tidak menyukainya hanya saja saya ingin lebih fokus dalam bidang eksak saya, dan ingin mencoba aktivitas lain agar ilmu saya lebih berkembang. Namun apa daya, saya sudah terlanjur jatuh hati pada kegiatan ini, ditingkat 2 SMA saya pun akhirnya resmi bergabung menjadi anggota PASKIBRA SMA 42, namun kegiatan paskibra ditingkat SD dan SMP tupanya sangat berbeda dengan SMA, di SMA saya lebih ditekankan untuk berorganisasi layaknya OSIS, jika di tingkat SD dan SMP saya digembleng untuk mengikuti kegiatan seperti upacara, dan kegiatan lapangan lainnya, namun di SMA, saya dituntut untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dan kegiatan lain yang lebih mengutamakan otak ketimbang otot.
 
       Pengalaman saya mengikuti ekstrakulikuler dipaskibra ini sangat banyak, saya jadi mengetahui tata cara PBB, tata cara upacara, tata cara makan dengan benar, kedisiplinan, melatih mental dan fisik, tegas dalam mengambil keputusan, merasakan kebersamaan yang solid. Selama saya mengitu paskibra pun saya pernah merasakan rasanya dipermalukan didepan umum, merasakan merayap, dijemur diterik sinar matahari, hujan-hujanan, tetapi itu semua adalah sebagian test dalam mental dan fisik, agar mental dan fisik kita itu kuat.. didalam organisasi ini juga saya pernah merasakan menjadi seorang panitia lomba baris-berbaris di acara sekolah saya, pada saat itu saya menjadi sie humas dan dokumentasi. Tugas dari sie humas adalah yang memberikan informasi kepada sekolah-sekolah lain agar mengikuti acara lomba di sekolah saya..
Meskipun didalam organisasi PASKIBRA ini sangat keras pengajarannya tapi saya merasa enjoy menjalani semuanya karna saya bisa mempunyai banyak pengalaman dan pelajaran dalam berorganisasi.
        
       Organisasi OSIS dan PASKIBRA itu sangat sama tujuan dan fungsinya, hanya saja OSIS itu tidak diajarkan PBB seperti PASKIBRA, tetapi kedua organisasi tersebut sama – sama mengajarakan cara kepemimpinan, kedisiplinan, kerapihan, dan kebersamaan dalam setiap anggota.
Keuntungan dalam mengikuti organisasi OSIS dan PASKIBRA itu tidak hanya bisa menjadi disiplin , tapi kita juga bisa lebih berani dalam berbicara didepan umum, dan juga lebih dikenal dengan guru dan teman-teman.
Didalam organisasi tersebut pasti ada susunan keanggotaannya biasanya itu terdiri :  Ketua, Wakil ketua, Sekretaris, Bendahara, sie keanggotaan lainnya..
Itulah sebagian pengalaman organisasi yang pernah saya ketahui dan saya alami, bahwa kita itu harus tau bagaimana tata cara dalam berorganisasi, karna disetiap pekerjaan kita itu pasti ada organisasi.

Saya pun jadi semakin menyukai kegiatan PASKIBRA saya, karena walaupun kegiatannya sama-sama paskibra, tetapi saya mendapat ilmu baru ditiap tingkatannya, sayangnya saya tidak dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu PASKIBRAKA dikarenakan saya telat mengikuti tesnya pada saat sekolah dulu, namun saya tetap senang dan bangga menjadi anggot PASKIBRA tingkat sekolah. Itulah sekilas pengalaman berorganisasi saya, semoga bermanfaat. TERIMA KASIH.
 


 sumber data :      http://ismymy.blogspot.com/2013/01/organisasi-paskibra_8.html                                                 

PENGERTIAN ORGANISASI

ORGANISASI


1.1 PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uangmaterialmesin,metodelingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
 Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama.


1.2 . MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.



1.3. MANAJEMEN,DAN TATAKERJA



Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia

1.4 MANAJEMEN, ORGANISASI, DAN TATAKERJA



Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelola kerja sama.
c) Tata kerja : Pola atau tata cara bagaimana kegiatan dan kerjasama harus dilaksanakan sehingga tujuan secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya suatu tujuan



Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:

  • Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

  • Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.

  • Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness"                           



Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
  1. Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
  2.  Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
  3.  Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya. 
  4. Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator. 
  5. Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil. 
  6. Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. 
  7. Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif. 
  8. Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas. 


SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi