Kamis, 24 Januari 2013

KONDISI AGAMAKU

           Jika kita melihat kondisi Islam saat ini, mungkin banyak kata yang terucap.  tapi mungkin hanya satu yang mendekati yaitu kata miris. Hendaknya kita melihat dari segala sisi akan kondisi agama yang sedang terjadi saat ini. Banyaknya pengaruh westerenisasi yang menyebabkan para muslim mulai mengikuti pengaruh tersebut dan seolah-olah malu akan agama mereka sendiri. Pengaru Barat bukan hanya terjadi di negara Indonesia saja, namun juga di negara-negara lain.

          Dalam konteks nya budaya islam memang ketinggalan jaman, dalam dunia ilmu teknologi dan sains, Islam memang sudh ketinggalan sangat jauh. Namun walaupun begitu banyak ilmu-ilmu pasti di adopsi dari ilmu-ilmu awal Islam, dan tidak sedikit juga umat islam yang mampu berinteraksi baik dengan teknologi, hanya saja sayangnya banyak orang dan kalangan yang sudah menggp aga Islam buruk, seperti teroris, Maka dari itu banyak umat Islam yang kesulitan jika sedang bersosilisasi ke negara-negara yang penduduknya mayoritas non muslim.
          Rusaknya moral umat Islam bukan hanya semata-mata kesalahan budaya baru yang mempengaruhi mereka, namun juga karena adanya ajaran atau sekte-sekte yang kurang bertanggung jawab. Banyak hal yang belum bisa dipahami secara utuh oleh para umat islam menyebabkan banyak orang-orang kafir yang memanfaatkan keadaan ini, oleh karena itu sebagai seorang muslim hendaknya kita mempelajari dengan baik maksud dan tujuan dari agama islam.

          Mengetahui mana yang patut diikuti mana yang tidak, sehingga menghidarkan kita dari ajaran-ajaran sesat yang akhir-akhir ini sering terdengar informasinya.
   
Ada pula beberapa sekte-sekte sesat dalam islam
1.  Khawarij
2. Syia`h Rafidhah
3. Murji`ah
4. Qadariah
5. Ja`miah
6. Mu`tazilah
dll

Dari sekte-sekte yang disebutkan diatas kita dapat melihat betapa banyaknya ajaran-ajaran yang tidak bertanggung jawab yang dapat menyesatkan diri kita, jadi sebaiknya kita jangan mudah terpengaruh akan ajakan-ajakan sesuatu yang belum pasti. Sehingga kita dapat menghidar dari sesutu yang dapat menyebabkan kita tersesat.

EFEK TEKNOLOGI BAGI MASYARAKAT YANG BELUM SIAP MENTAL



                Teknologi sangat banyak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah sampai pekerja kantor. Dalam pemanfaatannya kita bisa melihat banyak dampak positif yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi,  karena hampir setiap waktu kita selalu berhubungan dengan teknologi.  Namun tau kah kalian bahwa bukan hanya dampak positif sajalah yang dapat kita dapatkan dari pemanfaatan Teknologi, dari pemanfaatan tersebut ada juga hal-hal yang dapat bergdampak negatif.
                Makin banyak hal positif yang terjadi, maka semakin bnayak juga hal negatif yang ikut hadir bersamaan dengan makin berkembangnya ilmu teknologi. Banyaknya dampak negatif yang yang terjadi juga tidak terjadi terhadap semua orang. Hal ini lebih sering dialami oleh masyarakat yang belum memiliki sikap siap mental terhadap berkembangnya ilmu teknologi.
                Secara garis besar dampak negatif teknologi terjadi di berbagai bidang, seperti bidang sosial, bidang pendidikan, dan bidang budaya.

Dalam Bidang Sosial:

1.Menyebabkan Ketergantungan : Hal ini terjadi akibat sugesti seseorang bahwa dia telah merasa     nyaman dan menemukan dunianya sendiri sehingga ingin mengulangnya lagi dan lagi.
2. Violence and Gore : Nilai kesadisan dan kekerasan  yang tidak boleh diperlihatkan justru diperjual belikan di dunia internet dengan berbagai cara.
3.Antisosial Behaviour : dampak negatif ini terjadi karna seseorang merasa teknologi adalah hal terpenting dalam hidupnya sehingga ia tidak memperdulikan hal lain disekitar.

Dampak Bidang Pendidikan

1. Mengganggu Proses Belajar Anak : dalam suasana belajar banyak anak-anak yang tidak fokus lagi dengan pelajaran mereka karna terlalu sibuk dengan fasilitas telfon genggam mereka.
2. Efek Radiasi : Banyaknya smartphone  canggih bukan tidak berbahaya, justru karna sangat canggih sehingga efek radiasinya pun sangat tinggi terhadap penggunanya.
3. Pemalas : Semakin sering seorang anak menggunakan teknologi yang canggih, yang selalu dapat memanjakkannya maka ia akan terus merasa dimanjakkan sehingga ia mals melakukan hal lain di luar teknologi.

Dampak Bidang Kebudayaan

1. Kemerosotan Moral di Kalangan Masyarakat : Tuntunan hidup mewah membuat para masyarakat hidup kaya secara materi, namun miskin dalam rohani.
2. Penyimpangan  di Kalangan Remaja Meningkat : Semakin lemahnya kewibawaan dalam suatu kelompok masyarakat, seperti sopan santun, gotong royong, dan tolong -menolong menjadi faktor utama melemahnya kekuatan sentripetal yang membangun suatu kesatuan sosial. Dan menyebabkan tidak adanya kepedulian serta rasa malu terhadap diri sendiri dan orang akan perbuatan yang dilakukan.
3. Pola Interaksi Masyarakat yang Berubah : Kehadiran Teknologi Komputer pada setiap rumah menjadikan pola interaksi di keluarga berubah. Banyak diantara mereka yang lebih senang hidup dalam kehidupan komputer atau dalam dunia maya. Sehingga mereka lebih sering menghabiskan waktu mereka dengn alat elektronik mereka ketimbang dengan manusia lainnya.

Ada juga beberapa efek negatif lain yang lebih umum terjadi, diantaranya :
1. pornografi
2. Munculnya akun palsu
3. Identitas palsu
4. Pembajakan akun pribadi
5. Kelebihan Informasi
6. Kecanduan game
7.Lupa akan kewajiban
8. Munculnya plagiat suatu karya
9.Timbulnya kesenjangan



PENGARUH IPTEK DALAM MENGATASI KEMISKINAN



      Kemiskinan adalah masalah terbesar yang sedang terjadi di negara kita, negara Indonesia. Masalah kemiskinan ini, sampai sekarang belum dapat ditemukan solusinya. Kemiskinan sendiri memiliki arti yaitu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll

Dalam hal ini, masih banyak orang-orang yang bukan hanya tidak memiliki tempat tinggal. namun banyak dari mereka yang lebih kesukitan dalam mencari uang untuk sesuap nasi. Dan yang lebih menyedihkan lagi, ditengah-tengah banyaknya orang yang kesulitan dalam mencari sesuap nasi ternyata masih banyak orang -orang yang berlomba menimbun harta mereka, berlomba-lomba menjadi yang terkaya.

Namun walaupun banyak orang yang egois, kita harus bersyukur karna masih banyak orang yang mau perduli untuk mencari cara dalam mengatasi permasalahan kemiskinan ini, salah satunya dengan memanfaatkan IPTEK yang menjadi issue hangat di dunia internasional. Banyak negara-negara yang berlomba-lomba menciptakan IPTEK yang canggih yang dapat membantu memajukan negara mereka. Seperti menciptakan sesuatu yang daat mempermudah pekerjaan mereka.
IPTEK sendiri sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, dari hal kecil sampai sesuatu yang rumit dikerjakan manusia dengan bantuan IPTEK. Maka dari itu IPTEK sendiri di tuntut dapat membantu menyelesaikan masalah rumit yang dialami Indonesia sejak lama yaitu kemiskinan.
Berikut adalah beberapa strategi mengurangi angka kemiskinan dengan memanfaatkan IPTEK :
1. Menyadarkan Masyarakat untuk Berpartisipasi dalam memanfaatkan IPTEK
                Saat ini kesadaran masyarakat terhadap IPTEK yang dapat mengurangi angka kemiskinan sangatlah rendah, maka dari itu cara paling mudah untuk meyakinkan mereka yaitu dengan meminta bantuan kepada pihak yang berkepentingan, pihak ini kita ajak untuk bekerja sama dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya IPTEK.
2. Infomobilitasi
                Infomobilitasi adalah suatu kegiatan partisipatif yang memastikkan IPTEK berdampak optimal dalam pembangunan komunitas tertentu.

3. Menyediakan Akses Informasi
                Menyediakan akses bersama dalam bentuk komputer dan internet serta bentuk-bentuk IPTEK  lainnya dalam suatu tempat yang disebut telecenter atau comunity acces point adalah cara paling realistis untuk menjangkau kalangan masyarakat miskin.

4. Mengembangkan SDM
                Dalam konteks pengentasan kemiskinan, mengembangkan SDM adalah program  utama pembangunan. Dipercaya bahwa rendahnya inisiatif masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri adalah salah satu faktor penghambat pembangunan.

5. Membangunan kepemimpinan yang menjadi tauladan
                Upaya mengatasi kemiskinan dengan memanfaatkan IPTEK akan berjalan dengan baik jikalau ada dorongan dari pemimpin lokal baik formal atau informal.

6. Kemitraan
                Tentunya  inisiatif menurangi kemiskinan dengan menggunakan IPTEK ini tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait sesuai kompetensinya masing-masing
Demikian berbagai upaya dalam menngurangi kemiskinan dengan memanfaatkan IPTEK, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. TERIMA KASIH                      

LINGKUNGAN SEKITARKU


LINGKUNGAN DISEKITAR RUMAH

                Saya tinggal di sebuah rumah di daerah cililitan jakarta timur, kawasan rumah saya bukanlah rumah yang berkawasan mewah,  walaupun ada beberapa rumah yang terlihat amat mewah, namun tidak sedikit pula rumah-rumah didaerah ini berukuran menengah kebawah. Bersyukrnya saya, daerah tempat rumah saya berdiri berada di kawasan yang aksesnya cukup mudah, banyak kendaraan umum yang lalu lalang seperti angkot, transjakarta, ojek, bahkan untuk akses kereta api pun aksesnya cukup mudah, sehingga sangat membantu saya dan masyarakat disekitar rumah saya yang belum memiliki kendaraan pribadi.
                Daerah rumah saya pun, sangat strategis, dimana banyak fasilitas umum juga yang mudah saya dapat, seperti mall, rumah sakit, dan sekolahan.
                lingkungan disekitar rumah saya sendiri sangat di dominasi oleh anak kecil, mulai dari rumah saya sendiri ada seorang anak bayi berumur 10 bulan, lalu saya memiliki tetangga-tetangga yang juga memiliki anak kecil, di depan rumah saya ada dua rumah yang masing-masing dari mereka memiliki 2 anak. lalu di sebelah kiri rumah saya juga memiliki anak kecil yang sekarang sudah mulai beranjak dewasa.
                Jujur saja, saya memang tidak terlalu mengenal dengan baik semua tetangga saya, namun saya cukup mengenal mereka, begitu pula mereka terhadap saya.  Untuk menjangkau rumah saya, saya harus melewati gang kecil yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan rida dua. jadi jarak dari satu rumah ke rumah yang lainnya tidaklah jauh, walaupun dinding rumah saya tidak langsung menempel dengan dinding rumah tetangga, namun tetap saja kami dapat saling mendengar atau terkadang mengetahui kegiatan masing-masing.

                Dalam gang ini, ada sekitar 9 rumah, namun jika keluar dari gang kecil tadi ada banyak lagi rumah yang juga ada sebagian pemiliknya cukup dekat dengan keluarga saya. Awalnya saya tidak terlalu dekat dengan mereka semua karna saya sempat tinggal di bandung bersama saudara saya, namun orang tua saya selalu mengingatkan saya bahwa saling mengenal tetangga satu sama lain sangatlah penting dan membantu. karna saat saling membutuhkan, pasti akan ada tetangga lain yang saling membantu.

                 Maka dari itu, mengenal tetangga adalah cara awal kita dalam bersosialisasi, jika dalam lingkupsederhana seperti rumah kita sudah tidak mampu bersosialisasi. Lalu bagaimana cara kita bersosialisasi.......


LINGKUNGAN PERGAULAN

                Pergaulan sepertinya bukan kata yang tepat  untuk saya, karna saya bukanlah anak gaul. Mungkin lebih pantas disebut lingkungan main, karna saya sendiri hampir jarang keluar rumah jika tidak untuk urusan sekolah, dan sekarang untuk urusan kuliah. Maklum anak rumah, jadi  memang ngga terlalu suka jalan-jalan diluar.
                Sekalinya main diluar, pastilah main kerumah temen untuk sekedar ngobrol, main, ngerjain tugas, atau nonton dvd. Memang sepertinya membosankan, tapi jika bersama teman-teman yang sama gilanya denga kalian itu akan lebih mengasyikkan ketimbang jaln-jalan ke mall yang udah jauh, mesti keluar uang banyak, dan setelah sampe sana ngga tau mau ngapain. Untuk teman main diluar temen kampus, saya punya temen baik yang udah sama-sama dari kelas 5 sd, mereka dan saya sama-sama korean lover, suka menggila sendiri kalo lagi nonton dvd korea. Bener-bener menghilangkan stres, dan seru tentunya.
                Awalnya kami bertemu waktu di sd, saya pindahan dari bandung, dan sebenarnya mereka bukan temen saya diawal masuk sd, mereka temen biasa yang malahan biasa aja, atau mungkin ngga suka sama saya. Tapi entah kenapa saya juga lupa. tiba-tiba di kelas 6 sd kami sudah berteman akrab dan berlanjut sampai sekarang.
                Kami juga bisa sedekat ini bukan tanpa alasan, dari sd, smp, sampai sma kami satu sekolah, ya mungkin ada yang terpencar sedikit tapi masih dilingkungan yang sama. walau sempat terpisah sekolah kami tetap sering bertemu. Mereka teman yang sangat baik, walaupun mereka sering meledek saya, itu menjadi hiburan tersendiri bagi saya. saya tidak pernah bosan bermain bersama mereka, mereka juga tidak pernah membawa saya ke lingkungan yang tidak baik. semoga kami akan selalu berteman.


LINGKUNGAN KAMPUS

                Universitas Gunadarma, lingkungan kampus inilah yang akan saya bahas dalam artikel kali ini. Kenapa demikian, itu karna dalam artikel ini saya diminta menjelaskan lingkungan kampus tempat saya berkuliah, saya kuliah di Universitas Gunadarma, saya menjadi mahasiswi jurusan sistem informasi S1 fakultas Ilmu Komputer.
                Dalam lingkungan kampus banyak hal yang pelan-pelan saya pelajari, seperti mengenal watak banyak orang, menegenal kebiasaan mereka, melihat gerak-gerik mereka, sampai mengetahui tentang sisi baik dan sisi buruk dunia perkulihan. Saya juga memiliki banyak tipe teman di kampus, ada yang baik, ada yang menyebalkan, ada yang sensitif, ada yang memiliki sifat yang sama dengan saya, sampai yang orang tuanya memiliki sifat yang sama dengan orang tua saya.
                Saya adalah tipe orang yang pada awalnya sangat susah bergaul, terutama dengan orang-orang yang merokok, saya tidak pernah melarang orang lain merokok kecuali ayah, dan adik laki-laki saya, namun saya hanya menegaskan kepada mereka yang merokok agar tidak meroko di dekat saya. Bukan karna apa-apa, saya benar-benar tidak kuat dengan asapnya.
                Namun betapa beruntungnya saya, walaupun sekarang saya memiliki banyak teman yang bukan hanya perempuan namun juga laki-laki, mereka tidak ada yang merokok, awalnya saya pikir mereka hanya menghargai saya, tapi tidak , mereka tidak merokok memang karna diri mereka sendiri bukan karna orang lain. Ada juga yang merokok namun bisa menghargai saya, dengan tidak merokok didekat saya. Betapa baiknya mereka, walau terkadang ada perasaan tidak enak terhadap mereka yang seperti tidak bisa merokok karna ada saya.
                Tapi tetap saja, ada teman yang sesuai keinginan, ada juga teman yang bisa dibilang seperti mengajak bertengkar, tidak jarang lingkungan kampus banyak ditemui putung-putung rokok yang berserakan, banyak dari mereka yang bahkan merokok dikelas sehingga menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap.  Bahkan salah satu teman sekelas saya sering sekali berkata " ini tuh kampus atau trotoar sih, sampahnya putung rokok sama debunya semua", memang ini harus ditindak tegasi, karna seharusnya lingkungan kampus itu bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa dengan keadaan nyaman.
                Sekali lagi, artikel ini bukanlah untuk menghakimi para perokok di lingkungan kampus, hanya saja sekedar penyadar bagi perokok, bahwa ada orang lain termasuk saya yang tidak bisa menerima asap rokok. Trima kasih