Jumat, 03 Juni 2016

Automatic Software System

ABSTRAK
Sebuah metode komputer dilaksanakan pengujian perangkat lunak otomatis.informasi status dari pengujian perangkat lunak yang berjalan pada sistem tes disimpan ke titik informasi umum. Titik informasi umum biasanya pada sistem komputer independen dari sistem komputer yang menjalankan perangkat lunak uji. Sistem operasi pada sistem uji reinitialized. Sistem operasi dapat diubah.Titik informasi umum bertanya untuk menentukan informasi status dan menguji perangkat lunak dilanjutkan. Pengujian dapat dilanjutkan pada titik segera setelah operasi uji selesai terakhir.

GAMBAR (5)

DESKRIPSI
Bidang Teknik
Perwujudan dari penemuan ini berhubungan dengan pengujian perangkat lunak otomatis.

Latar Belakang Penemuan
Porsi penting dari proses pengembangan perangkat lunak adalah pengujian perangkat lunak. Pengujian biasanya terjadi dalam beberapa tahap, misalnya, uji rekayasa, pengembangan tes, pengujian alpha dan pengujian beta. pengujian tersebut membantu untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak memenuhi persyaratan, termasuk berfungsi dalam target hardware dan software lingkungan.
Banyak alat telah dikembangkan untuk memfasilitasi pengujian perangkat lunak.Menonjol di antara alat-alat tersebut adalah Toolkit Uji Lingkungan (TET), tersedia secara komersial dari The Open Group of San Francisco, California. Hal ini akan dihargai bahwa The Open Group dan lain-lain menawarkan berbagai produk, termasuk penerus TET. alat uji lain yang terkenal adalah "Xrunner," tersedia secara komersial dari Mercury Interaktif Sunnyvale, California.
alat pengujian seperti umumnya mengotomatisasi pengujian fungsional untuk memastikan bahwa aplikasi bekerja seperti yang diharapkan. Mereka dapat merekam proses bisnis ke dalam script tes, memungkinkan untuk peningkatan naskah sebagai aplikasi dikembangkan atau diperbarui, mengeksekusi skrip, hasil laporan dan memungkinkan skrip usabilitas ketika aplikasi diubah atau ditingkatkan. alat tes umumnya mengambil bentuk test driver yang menggunakan kerangka untuk mendukung pengujian di beberapa platform perangkat keras dan / atau sistem operasi. toolkit tersebut dapat menangani administrasi, pelaporan dan sequencing tes, menyediakan antarmuka pengguna umum untuk administrator tes untuk mengembangkan tes.
Sayangnya, seperti kompleksitas perangkat lunak telah terus meningkat, alat-alat yang ada tersebut telah ditemukan kurang fungsi atau kemampuan tertentu.Misalnya, alat yang ada umumnya tidak memungkinkan sistem pengujian yang akan diinstal ulang selama pengujian. Kekurangan ini sangat bermasalah jika aplikasi target membutuhkan instalasi software baru sebagai bagian dari solusi.Kemampuan seperti itu juga akan berguna untuk menangkap manfaat dari pengujian beberapa tingkat dari solusi perangkat lunak yang telah tersedia, tanpa membuang hasil tes dari tes sebelumnya.
Fungsi tes lain yang diinginkan tidak tersedia saat ini adalah kemampuan sistem tes untuk reboot, misalnya, restart sistem operasi, selama tes. Restart, atau reinitializing, sistem operasi saat tes memiliki banyak manfaat, termasuk pemulihan dari kondisi kesalahan dan pengujian otomatis dari sistem operasi yang berbeda tanpa campur tangan manusia.
Masih fitur lain yang diinginkan tidak tersedia saat ini dukungan untuk beberapa sinkronisasi dari beberapa sistem tes dalam lingkungan pengujian.
Sayangnya, tidak ada sistem uji perangkat lunak yang ada menyediakan fungsi-fungsi ini.
Sehingga kebutuhan ada untuk pengujian perangkat lunak otomatis. Kebutuhan lanjut ada untuk pengujian perangkat lunak otomatis yang memungkinkan sistem pengujian instalasi ulang dan reboot sistem operasi selama pengujian. Kebutuhan lebih jauh ada untuk memenuhi kebutuhan yang sebelumnya diidentifikasi dengan cara yang gratis dan kompatibel dengan sistem pengujian sistem komputer konvensional dan proses.

RINGKASAN PENEMUAN
Perwujudan dari penemuan ini memberikan untuk pengujian perangkat lunak otomatis. perwujudan selanjutnya dari penemuan ini memberikan pengujian software otomatis yang memungkinkan sistem pengujian instalasi ulang dan reboot sistem operasi selama pengujian. Masih perwujudan selanjutnya dari penemuan ini memenuhi kebutuhan yang sebelumnya diidentifikasi dengan cara yang gratis dan kompatibel dengan sistem pengujian sistem komputer konvensional dan proses.
Sebuah metode komputer dilaksanakan pengujian perangkat lunak otomatis diungkapkan. informasi status dari pengujian perangkat lunak yang berjalan pada sistem tes disimpan ke titik informasi umum. Titik informasi umum biasanya pada sistem komputer independen dari sistem komputer yang menjalankan perangkat lunak uji. Sistem operasi pada sistem uji reinitialized. Sistem operasi dapat diubah. Titik informasi umum bertanya untuk menentukan informasi status dan menguji perangkat lunak dilanjutkan. Pengujian dapat dilanjutkan pada titik segera setelah operasi uji selesai terakhir.
Uraian Singkat Gambar
ARA. 1 adalah diagram alir data yang menggambarkan beberapa komunikasi dalam lingkungan pengujian, sesuai dengan perwujudan dari penemuan ini.
ARA. 2 menggambarkan sebuah uji coba koordinasi flowchart teladan, sesuai dengan perwujudan dari penemuan ini.
ARA. 3 adalah diagram alir yang menggambarkan metode komputer dilaksanakan pengujian perangkat lunak otomatis, sesuai dengan perwujudan dari penemuan ini.
ARA. 4 adalah diagram alir yang menggambarkan metode komputer dilaksanakan pengujian perangkat lunak otomatis, sesuai dengan perwujudan dari penemuan ini.

KLAIM (20)
Metode 1. komputer A dilaksanakan dari terdiri pengujian perangkat lunak otomatis:
memulai pengujian perangkat lunak terdiri dari sejumlah tes bagian pada sistem uji;
memberikan informasi status tentang kata menguji perangkat lunak yang berjalan pada kata sistem uji ke titik informasi umum, kata informasi status terdiri identifikasi dari setiap kata pluralitas bagian uji yang telah diselesaikan oleh kata sistem pengujian dan hasil dari salah kata pluralitas bagian uji yang telah selesai;
otomatis menginstal ulang sistem operasi pada kata sistem tes dalam menanggapi ulang perintah yang diberikan oleh setidaknya satu dari kata pluralitas bagian uji;
query kata umum titik informasi untuk menentukan kata informasi status terdiri identifikasi dari setiap kata pluralitas bagian uji yang diselesaikan oleh kata sistem tes sebelum mengatakan menginstal ulang dari kata sistem operasi dan yang tersisa dari kata pluralitas bagian uji; dan
dibukanya kembali mengatakan pengujian perangkat lunak pada pertama mengatakan sisa kata pluralitas bagian uji setelah mengatakan instalasi ulang sistem operasi tersebut.
2. Metode klaim 1 dimana kata titik informasi umum adalah pada sistem komputer independen dari sistem komputer berjalan mengatakan pengujian perangkat lunak.
3. Metode klaim 1 dimana kata menginstal ulang dilakukan di bawah kontrol perangkat lunak.
4. Metode klaim 1 dimana kata query dimulai dengan proses start-up, mengatakan mulai proses otomatis yang diprakarsai oleh kata sistem operasi.
5. Metode klaim 1 dimana kata informasi status terdiri dari bagian uji identifikasi selesai.
6. Metode klaim 1 dimana kata sistem tes menjalankan sistem operasi yang berbeda setelah mengatakan menginstal ulang dari kata sistem tes berjalan sebelum mengatakan menginstal ulang.
7. Metode klaim 5 dimana kata melanjutkan restart mengatakan uji perangkat lunak pada titik berikutnya untuk sebagian tes terakhir selesai.
Metode 8. Sebuah komputer dilaksanakan dari terdiri pengujian perangkat lunak otomatis:
menginstal driver perangkat lunak tes terdiri dari sejumlah tes bagian atas pluralitas sistem uji;
mengevaluasi mengatakan software test driver untuk setidaknya satu persyaratan sinkronisasi dalam kata pluralitas bagian uji;
menyediakan pemetaan dari sejumlah nama sistem uji virtual untuk nama sistem uji nyata untuk mengatakan software test driver;
menyediakan status tes untuk setiap pluralitas kata dari bagian uji diselesaikan oleh masing-masing kata pluralitas sistem tes untuk titik informasi umum;
monitoring mengatakan Status tes untuk masing-masing kata pluralitas bagian uji diselesaikan oleh masing-masing kata pluralitas sistem tes di kata titik informasi umum untuk menjaga sinkronisasi antara kata pluralitas sistem uji ketika mengatakan software test driver termasuk mengatakan sedikitnya satu persyaratan sinkronisasi;
otomatis menginstal ulang sistem operasi pada pluralitas mengatakan sistem tes dalam menanggapi ulang perintah yang diberikan oleh setidaknya satu dari kata pluralitas bagian uji;
query mengatakan titik informasi umum untuk menentukan mana dari kata pluralitas bagian uji diselesaikan oleh kata pluralitas sistem pengujian sebelum mengatakan menginstal ulang dari kata sistem operasi; dan
dibukanya kembali mengatakan pengujian perangkat lunak pada berikutnya dari kata pluralitas bagian uji tersisa setelah mengatakan instalasi ulang mengatakan sistem operasi.
9. Metode klaim 8 selanjutnya terdiri mengidentifkasi mengatakan titik umum informasi untuk kata pluralitas sistem tes.
10. Metode klaim 9 dimana kata hasil tes yang dikumpulkan dari kata titik umum informasi.
11. Metode klaim 9 dimana kata pemetaan berada pada titik yang sama mengatakan informasi.
12. Metode klaim 9 dimana kata titik umum informasi adalah suatu sistem file jaringan mount point umum untuk semua sistem tes.
13. Metode klaim 9 dimana kata menginstal responsif terhadap proses start up, mengatakan mulai proses otomatis yang diprakarsai oleh kata sistem operasi.
14. Sebuah sistem komputer untuk terdiri pengujian perangkat lunak otomatis:
pluralitas sistem komputer uji untuk melakukan tes yang terdiri dari beberapa bagian tes, kata pluralitas bagian uji termasuk perintah untuk melakukan instalasi ulang otomatis sistem operasi dari setidaknya satu dari kata pluralitas sistem tes komputer;
tes sistem komputer induk komunikatif digabungkan ke kata pluralitas sistem tes komputer, mengatakan sistem tes komputer induk menginstal test driver pada setidaknya satu dari kata pluralitas sistem tes komputer;
titik informasi umum komunikatif digabungkan ke kata pluralitas sistem tes komputer, kata titik informasi umum menerima dan menyimpan informasi status tes untuk masing-masing kata pluralitas bagian uji diselesaikan oleh setidaknya satu dari kata pluralitas sistem pengujian sehingga dalam menanggapi otomatis instal ulang dari kata sistem operasi dari setidaknya satu dari kata pluralitas sistem tes komputer, kata test driver akan Query mengatakan titik informasi umum untuk menentukan mana dari kata pluralitas bagian uji diselesaikan sebelum mengatakan menginstal ulang dari kata sistem operasi dan yang dari kata uji porsi tetap tertunda untuk mengatakan setidaknya satu dari pluralitas mengatakan sistem komputer tes.
15. Sistem komputer klaim 14 dimana kata pengujian sistem komputer master berbeda dari pluralitas mengatakan sistem komputer tes.
16. Sistem komputer klaim 14 dimana kata reinitializing dilakukan di bawah kontrol perangkat lunak.
17. Sistem komputer klaim 14 dimana kata query dimulai dengan proses start up, mengatakan mulai proses otomatis yang diprakarsai oleh kata sistem operasi.
18. Sistem komputer klaim 14 dimana kata informasi status terdiri dari identifikasi bagian uji selesai.
19. Sistem komputer klaim 14 dimana kata setidaknya satu dari pluralitas mengatakan sistem komputer uji menjalankan sistem operasi yang berbeda setelah menginstal ulang sedih daripada mengatakan setidaknya satu dari kata pluralitas sistem komputer tes berjalan sebelum mengatakan menginstal ulang.
20. Sistem komputer klaim 18 dimana kata melanjutkan mulai mengatakan uji perangkat lunak pada titik berikutnya untuk sebagian tes terakhir selesai.

INFO PUBLIKASI INI :

sumber : https://www.google.co.id/patents/US7392149?dq=software+testing


Sabtu, 16 April 2016

CYBER CRIME

Cyber Crime
Pengertian Cyber Crime : Cyber crime adalah suatu kejahatan yang menggunakan komputer sebagai media untuk melakukan kejahatan, biasanya cyber crime dilakukan bisa lewat jaringan internet.
Contoh Kasus : Penipuan menggunakan email

Cyber Law
Pengertian Cyber Law : Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini.
Contoh Kasus : Carding, adalah kejahatan yang dilakukan untuk mencari nomor kartu kredit milik orang lain, dan dapat digunakan untuk transaksi belanja lewat media internet. Berdasarkan kejahatan diatas maka, uu yang berlaku ialah pelanggaran pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 363 tentang pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.

Cyber Threats
Pengertian Cyber Threats : Cyber Threats atau biasa kita sebut ancaman pada dunia cyber mulai banyak beredar dan membuat pengguna komputer atau layanan terkomputerisasi merasa resah,
Contoh :
1.      Unaothorized Acces to computer system and service
            Kejahatan yang dilakukan dengan menyusup ke dalam suatu system jaringan komputer secara tidak sah, biasanya pelaku kejahatan hacker melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia.
2.      Ilegal Contents
            Merupakan kejahatan dengan memasukkan data ke internet tentang suatu hal yang tidak benar dan dapat di anggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum.
3.      Data Forgery 
            Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui internet.
4.      Cyber Espionage
            Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain.
5.      Offense againts intelectual property
            Kejahatan ini diajukan terhadap hak atas kekayaan intelectual yang dimiliki pihak lain di internet.

Cyber Security
Pengertian Cyber Security : cyber security adalah aktivitas untuk melakukan pengamanan terhadap sumber daya telematika demi mencegah terjadinya tindakan cyber crime 
Contoh :
1. Analis Keamanan
Bertugas untuk memetakan potensi ancaman keamanan, lalu memberikan rekomendasi untuk mitigasi terhadap potensi ancaman tersebut.
2. Spesialis Forensik
Sesuai namanya, spesialis forensik ini bertugas untuk melakukan penyelidikan pasca insiden kebocoran keamanan. Seorang spesialis forensik harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni untuk bisa mencari dan memetakan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh pelaku, untuk bisa melacak dan menemukan pelaku.
3. Hacker/Peretas
Istilah hacker selama ini telah mengalami distorsi makna, dimana seolah-olah tindakan hacking adalah sebuah tindakan kriminal padahal tidak sepenuhnya seperti itu. Hacker sendiri adalah istilah yang diberikan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan eksploitasi terhadap sistem telematika melalui berbagai cara. 

Cyber Attack
Pengertian Cyber Attack : Cyber Attack mirip dengan Cyber crime dimana banyak serangan kejahatan dunia maya yang dapat merugikan berbagai pihak.
Contoh : serangan-serangan dan pencurian data terhadap berbagai situs baik milik pemerintah maupun situs-situs komersial dan perbankan tidak terkecuali kemungkinan serangan terhadap situs-situs milik institusi strategis di Indonesia, seperti situs-situs milik sejumlah lembaga strategis tertentu.

Artikel berkaitan dengan Cyber Crime dan Cyber Law beserta UU, Pasal, KUHP, dan hukum yang mengatur :
            Terjadi kasus Cyber Crime di dunia international yang merugikan suatu perusahaan asal Yunani hingga ratusan ribu dollar, kasus ini melibatkan dua orang sindikat penipu menggunakan modus 'email fraud'. Email Fraud adalah tindak kejahatan dunia maya yang menggunakan media email untuk melakukan modus penipuan.
            Awalnya perusahaan AI dari Yunani mengirimkan email ke perusahaan SS dari Korea Selatan untuk melakukan bisnis perbaikan kapal, namun bukannya email atas nama perusahaan SS yang membalas, namun ada email yang mengatasnamakan perusahaan SS, sehingga perusahaan AI tertipu dengan email tersebut. Tidak hanya itu, sindikat penipu juga meminta perusahaan AI mengirimkan sejumlah uang ke rekening pribadi di daerah Semarang, padahal seharusnya dikirim ke Korea Selatan, penipu beralasan bahwa Korea Selatan sedang ada pemeriksaan pajak, sehingga pembayaran dialihkan.
            Atas perbuatan kedua pelaku dijerat undang-undang berlapis yakni diantaranya Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 28 Undang-undang nomor 11 tahun 200 tentang ITE, dan Pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Daftar Pustaka
http://bagasirawanganteng.blogspot.co.id/2013/04/jenis-jenis-ancaman-threats-melalui-it.html
http://bsi124k09.blogspot.co.id/p/pengertian-cyber-security.html
http://cyberlawbsi-cyberlaw.blogspot.co.id/2012/05/contoh-studi-kasus-cyberlaw.html
http://etikaprofesi.weebly.com/pengertian-cyber-law.html
http://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1346413/email-fraud-perusahaan-asal-yunani-tertipu-ratusan-ribu-dollar
http://inet.detik.com/read/2015/08/31/095706/3005339/323/sekilas-tentang-cyber-crime-cyber-security-dan-cyber-war

Sabtu, 02 April 2016

KOMENTAR KODE ETIK TERHADAP KASUS VIDEO AGUS YANG DIJUAL OLEH OKNUM KEPOLISIAN

Penulis Berita : Sukiswanti (Jum'at, 26 Februari 2016)
Judul Berita : "Punya Dokumentasi Polri, video Agus dijual Polisi ?"

DENPASAR - Video pemeriksaan terdakwa Agus Tae Hamda May telah bocor dan diputar dalam persidangan terdakwa Margriet Christina Megawe (Margareta).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, video tersebut tidak boleh sembarangan diberikan kepada orang lain. Video itu boleh diputar apabila majelis hakim yang memintanya.

"Video itu boleh diputar jika hakim meminta atau kami mau membuktikan bahwa dalam pemeriksaan itu tidak ada kekerasan," paparnya, di Denpasar, Jumat (26/2/2016).

Saat ditanya, apakah ada oknum polisi yang menjual atau memberikan video tersebut?

"Ini sekarang artinya apa, diberikan video tersebut itu kapasitasnya apa? Jangan sampai dijual, kalau itu dijual ya harus diperiksa Propam. Jangan sampai ada faktor X-nya. Hal ini jelas pelanggaran etika profesi," terangnya.

Sebelumnya, Hery juga mempertanyakan dari mana Kuasa Hukum Margareta mendapatkan video itu. "Dari mana mereka dapat video itu. Kasus ini bisa diusut bila ada seseorang yang merasa keberatan dengan adanya itu, kita harus mencarinya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, video tersebut merupakan video dokumentasi Polri. "Video ini untuk kepentingan Polri saja. Tujuanya bila nanti dibutuhkan di persidangan, ada unsur kekerasan atau bagaimana, kita tunjukan videonya itu," paparnya.

Pihaknya menegaskan, video tersebut tidak boleh diberikan kepada siapapun, dan tidak boleh diperjualbelikan. Sementara itu, Kuasa Hukum Margareta pada Senin mengatakan, video tersebut didapatkan secara sah dan legal.


Komentar :
Berita yang diambil merupakan berita mengenai kode etik.

            Dapat kita lihat berita di atas, sudah sangat jelas bahwa berita tersebut membahas mengenai pelanggaran kode etik/ etika profesi. Menurut Keiser, etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dalam rangka melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi juga merupakan hal yang mengatur tentang hal yang benar atau salah bagi seorang profesional.
            Tujuan kode etik adalah agar seorang profesional memberikan jasa sebaik-baiknya terhadap masyarakat atau suatu instansi tempat ia bekerja. Dengan adanya kode etik profesi, maka seseorang akan terhindar dari perbuatan tidak profesional. Adapula kode etik pada berita di atas membahas masalah pelanggaran kode etik yang dicurigai dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap kasus pembunuhan Angeline, dimana video interograsi Agus (pembunuh Angeline) diduga dijual oleh oknum kepolisian.
Menurut saya hal tersebut sangatlah tidak pantas, karena menurut kode etik kepolisian, seharusnya barang bukti digunakan untuk mendukung suatu pernyataan pada suatu pengadilan, dan seharusnya barang bukti hanya ditunjukkan pada pengadilan dengan permintaan hakim. Namun pada kasus ini justru di duga keras oknum polisi melakukan hal yang salah dengan mengambil keuntungan dari kasus ini.
            Oleh karena itu, ada baiknya jika masalah ini segera di usut, agar pelaku pembocoran barang bukti dapat segera di tindak. Agar dapat menjadi contoh bagi oknum polisi yang lain, atau contoh ke masyarakat bahwa perbuatan melanggar kode  etik dapat menjadi hal yang juga bisa melanggar hukum, dan selayaknya pelanggaran hukum yang lain, maka pelanggaran hukum kode etik juga memiliki undang-undang yang kuat yang akan menjerat setiap pelakunyaa dengan hukuman yang tidak ringan.


            

Sabtu, 19 Desember 2015

TUGAS SISTEM TERDISTRIBUSI EXERCISE 3.3

Exercise 3.3
What is the task of an Ethernet Switch? What tables does it maintain?
         Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE.
Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps.
Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian. 
          Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian
        Switch adalah suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan akan bandwidth yang cukup besar. Switch merupakan hardware (perangkat keras) jaringan komputer yang sama dengan HUB, perbedaanya switch ini lebih pintar walaupun harganya sedikit lebih mahalan ketibang HUB. Cara kerja switch yaitu dengan cara menerima paket data pada suatu port lalu akan melihat MAC (Media Access Control) tujuannya dan membangun sebuah koneksi logika dengan port yang sudah terhubung dengan node atau perangkat tujuan, sehingga selain port yang dituju tidak dapat menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi terjadinya tabrakan data atau disebut dengan collision. Setiap perangkat yang terhubung ke port tertetu, MAC addsernya akan dicatat di MAC address table yang nantinya disimpan pada memori chache switch, itulah bagaimana switch bekerja.

Switch terbagi menjadi dua macam, yaitu :
1.    Switch layer 2 (dua) yang beroperasi Data link layer ada pada lapisan model OSI, dimana switch dapat meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga dapat melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang ditujunya tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai. Itulah penjelasan menegani Switch layer 2.

2.    Switch layer 3 (tiga) berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI, dimana switch dapat meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 (tiga) sering disebut dengan switch routing ataupun switch multilayer. Dan itulah penjelasan mengenai Switch layer 3.
           
        Fungsi Switch pada Ethernet ialah sebagai penerima dan mengirim data dari komputer sumber ke komputer tujuan. Selain switch ada juga perangkat lainnya yang memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu Hub. Namun, karena banyaknya kekurangan hub dibandingkan switch, membuatnya mulai ditinggalkan. Berikut adalah fungsi - fungsi dari switch :
1. Address Learning (mempelajari alamat)
            Address learning ini berkaitan dengan bagaimana switch dapat mendapatkan Mac Address dari perangkat yang terkoneksi dengan dirinya.  Ketika paket frame (karena switch merupakan peralatan layer 2, jadi data yang dikirim berupa frame. Pada layer 3 data tersebut berupa packet) sampai pada switch, ia akan mempelajari MAC Address pengirim dan memastikan alamat penerima paket tersebut.
2. Meneruskan / Menyaring Data Frame (forward / filtering)
            Forwarding disini merupakan suatu proses meneruskan paket frame dari salah satu port menuju port yang menjadi tujuan paket tersebut. Ketika salah satu host yang terhubung dengan salah satu port pada switch mengirimkan data frame, maka switch akan melakukan pengecekan pada Mac address table. Yang dicek oleh switch ialah terdapat pada port berapa Mac address tujuan dari data frame.
3. Looping Avoidance (menghindari looping)
            Looping terjadi pada switch dimana data yang dikirim hanya berputar pada port-port yang ada di switch. Seperti misalnya pada gambar dibawah ini, kesalahan dalam mengkoneksikan kabel pada port-port switch juga bisa menyebabkan looping. Kondisi looping ini dapat diceh dengan menutup/memblok salah satu port yang terkoneksi, misalnya pada switch 1 menutup port eth2 dan pada switch 2 menutup port eth1. Sehingga data dapat sampai ke tujuan tanpa dan tidak berputar-putar saja. 
           Dalam jaringan TCP/IP setiap workstation juga mempunyai tabel MAC address, tabel ini biasa disebut dengan ARP (Address Resolution Protocol). Tabel ini disusun sebagai pasangan MAC address dengan IP address. Dengan tersambungnya workstation tersebut ke switch, pada saat workstation membroadcast ARP/NetBIOS untuk mencari pasangan MAC address dan IP address workstation lain akan dihadang oleh switch. Kondisi seperti ini menyebabkan nama workstation tidak bisa langsung tampil dalam jaringan Samba atau Windows. Solusi masalah fisik ini ditanggulangi dengan implementasi WINS server, setiap workstation mendaftarkan dirinya langsung ke WINS server dan WINS server akan menjawab setiap query dari broadcast ARP/NetBIOS.

sumber :
https://insave.wordpress.com/tag/ethernet/
http://www.pintarkomputer.com/2014/08/3-fungsi-utama-switch-pada-jaringan-komputer.html
http://sedulur-kabeh.blogspot.co.id/2012/01/pengertian-ethernet.html

http://www.pengertianku.net/2015/06/pengertian-switch-dan-fungsinya.html

Senin, 08 Juni 2015

PARAGRAF INDUKTIF DAN PARAGRAF DEDUKTIF

Penjelasan mengenai pengertian Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif. Deduktif dan induktif merupakan dua jenis kalimat utama yang bertujuan untuk mencari kalimat utama, dalam pengertian paragraf deduktif dan pengertian paragraf induktif, pertama kita akan membahas pengertian paragraf deduktif dan contohnya setelah itu kita akan membahas pengertian paragraf induktif dan contohnya agar memudahkan kita mengetahui lebih jelas tentang paragraf deduktif dan induktif dengan dapat mengetahui perbedaan paragraf deduktif dan induktif. Untuk mengetahui pengertian paragraf  deduktif dan paragraf Induktif serta contohnya mari kita lihat pembahasannya seperti dibawah ini..

A. Pengertian Paragraf Deduktif
Pengertian Deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada diawal paragraf. Dengan demikian, kedua contoh paragraf di atas merupakan paragraf deduktif karena kalima utama tamanya berada diawal paragaraf. Berikut contoh lainnya.
      Contoh mencari paragraf Deduktif 
1). Meningkatnya kesejahteraan suatu keluarga berkaitan erat dengan besarnya jumlah anggota keluarga yang harus ditanggung oleh pencari nafkah. Keluarga dengan anak banyak, sedangkan pencari nafkah hanyalah sah ayah, tentu akan menimbulkan kesulitan di bidang ekonomi. Dapat disarangkan agar dalam keluarga seperti itu, sang ibu pun ikut bekerja, atau anak-anaknya kuliah sambil bekerja.
Paragraf Deduktifnya : Meningkatnya kesejahteraan suatu keluarga berkaitan erat dengan besarnya jumlah anggota keluar yang harus ditanggung oleh pencari nafkah 
2). Membudayakan gemar membaca bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang melatari pembudayaan gemar membaca tersebut. Misalnya, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya bukut. Buku masih dianggap kebutuhan nomor sekian. Kenyataan ini terlihat ketika membutuhkan pokok sudah terpenuhi, orang jarang menyisihkan uangnya untuk membeli buku. Sulit sekali menjadikan sebuah buku sebagai kebutuhan utama. Akan tetapi, untuk mendengarkan sebuah kaset atau menonton film, banyak orang tak sungkan mengeluarkan uang. 
Paragraf Deduktifnya : Membudayakan kegemaran membaca bukanlah hal yang mudah. 

B. Paragraf Induktif 
Pengertian Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada pada akhir paragraf. Kalimat itu biasanya merupakan kesimpulan dari gagasan-gagasan penjelas yang diuraikan sebelumnya. 

      Contoh mencari Paragraf Induktif 
1). Tumbuhan memerlukan air untuk hidup, begitu juga manusia. Air digunakan untuk minum, mandi, dan memasak. Tumbuhan memerlukan air untuk tumbuh dan berkembang biak. Dapat dibayangkan jika tumbuhan dan manusia kekurangan air, perkembangan hidupnya tidak akan sempurna. Dengan demikian, nyatalah betapa pentingnya air bagi manusia dan tumbuhan 
Paragraf Induktif : Dengan demikian, nyatalah betapa pentingnya air bagi manusia dan tumbuhan 

2). Siswa yang rajin belajar masih dapat ditemukan di mana-man, di dalam kota, di pinggir kota, dan di desa. Siswa yang berprestasi tinggi cukup banyak dan dapat ditemukan di mana-mana juga, Tidak sedikit di antara mereka yang memperhatikan dan peduli dengan keadaan lingkungan. Tampaknya, masa depan generasi penerus masih dapat diharapkan. 
Paragraf Induktif : Tampaknya, masa depan generasi penerus masih dapat diharapkan

sumber :
http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-paragraf-deduktif-induktif-contoh.html
http://ilmubloggersyahdan.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-contoh-kalimat-paragraf.html

Sabtu, 17 Januari 2015

Penulisan Karya Ilmiah

1 Pengertian skripsi, tesis, dan disertasi
                Skripsi, tesis, dan disertasi adalah karya tulis ilmiah yang dibuat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi yang ditempuh oleh mahasiswa. Skripsi merupakan salah syarat untuk menyelesaikan studi jenjang sarjana (S-1), sementara tesis untuk jenjang magister (S-2), dan disertasi untuk jenjang doktor (S-3). Kualitas penulisan skripsi, tesis, dan disertasi menjadi gambaran kuat terhadap kemampuan akademik mahasiswa dalammerancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian.
2 Karakteristik skripsi, tesis, dan disertasi
                Penulisan skripsi, tesis, dan disertasi merupakan salah satu tugas akademik akhir yang dipandang paling sulit yang harus dipenuhioleh mahasiswa dalam penyelesaian studinya. Berbeda dengan karya ilmiah lain yang telah dipaparkan di Bab II, skripsi, tesis, dan disertasi dibuat oleh penulis (mahasiswa) melalui arahan dosen pembimbing. Karena proses penulisan skripsi, tesis dan disertasi cenderung lebih kompleks dan mendalam dari pada penulisan tugas kuliah biasa, pengarahan yang tepat harus diperoleh oleh setiap mahasiswa. Pengarahan terkait substansi dari topik yang diteliti beserta teknik penulisannya menjadi hal penting dalam pembimbingan penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Pengarahan dan pembimbingan ini dilakukan sebisa mungkin oleh dosen yang memiliki bidang keahlian atau kepakaran yang sesuai dengan bidang yang diteliti oleh mahasiswa penulis skripsi, tesis, dan disertasi tersebut. 17 Cara penulisan serta unsur-unsur yang ada dalam skripsi, tesis, dan disertasi pada dasarnya serupa. Yang membedakan antarketiga karya ilmiah itu adalah kedalaman serta kompleksitas dari setiap aspek yang dibahas, khususnya aspek-aspek yang berkaitan dengan teori, metode penelitian, pemaparan temuan, serta analisis datanya. Dalam hal kompleksitas, penulisan skripsi relatif lebih sederhana. Penulisan tesis memiliki sifat yang lebih dalam dan kompleks. Sementara penulisan disertasi dianggap sebagai yang paling mendalam dan kompleks dari segi pemaparan berbagai aspek penelitiannya, mengingat pada jenjang ini para calon doktor diharapkan dapat menunjukkan dan membuktikan secara meyakinkan kapasitas kepakarannya nanti.
3 Sistematika Umum Skripsi, Tesis, dan Disertasi
3.1 Halaman judul
                Secara format, halaman judul pada dasarnya memuat beberapa komponen, yakni (1) judul skripsi, tesis, atau disertasi, (2) pernyataan penulisan sebagai bagian dari persyaratan untuk mendapatkan gelar, (3) logo yang resmi, (4) nama lengkap penulis beserta Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan (5) identitas prodi/jurusan, fakultas, universitas, beserta tahun penulisan. Pertama, judul yang baik adalah judul yang dirumuskan secara menarik dan informatif, mencerminkan secara akurat isi tulisan, dikemas secara singkat dan jelas, serta memenuhi kaidah penggunaan bahasa yang baik dan benar. Terkait jumlah kata, judul sebaiknya dirumuskan tidak lebih dari 14 kata. Kedua, konstruksi judul disusun sesuai dengan sifat dan isi dari skripsi, tesis, atau disertasi yang dibuat. Pada dasarnya penulis dapat memilih apakah judulnya akan dikemas dalam bentuk (1) frasa nomina, (2) kalimat lengkap, (3) kalimat tanya, atau (4) konstruksi judul utama dan subjudul. Namun demikian penulisan judul pada kajian lintas bidang ilmu masih secara dominan menggunakan frasa nomina. Penggunakan tiga konstruksi judul lainnya dapat juga digunakan selama dikemas dan dirumuskan dengan redaksi yang baik dan benar.
3.2 Halaman pengesahan
                Halaman pengesahan dimaksudkan untuk memberikan legalitas bahwa semua isi dari skripsi, tesis, atau disertasi telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing dan ketua jurusan/ program studi. Secara format, nama lengkap dan gelar, serta kedudukan tim pembimbing disebutkan. Untuk skripsi dan tesis dapat digunakan istilah Tim Pembimbing dengan kedudukan sebagai Pembimbing I dan Pembimbing II. Adapun untuk disertasi digunakan istilah Promotor, Kopromotor, serta Anggota.
3.3 Halaman pernyataan tentang keaslian skripsi, tesis, atau disertasi, dan pernyataan bebas plagiarisme
                Pernyataan tentang keaslian skripsi, tesis, dan disertasi berisipenegasan bahwa skripsi, tesis, dan disertasi yang dibuat adalah benar-benar asli karya mahasiswa yang bersangkutan. Pernyataan ini juga harus menyebutkan bahwa skripsi, tesis, atau disertasi bebas plagiarisme. 19 Redaksi pernyataan tersebut adalah sebagai berikut: Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi/tesis/disertasi
dengan judul "............." ini beserta seluruh isinya adalah benarbenar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Mengingat tindakan plagiat adalah bentuk pencurian ide dan ketidakjujuran, serta membawa dampak negatif terhadap wibawa pendidikan, citra individu dan institusi, pernyataan tentang keaslian dan bebas plagiarisme tersebut harus ditandatangani oleh mahasiswa yang menulis skripsi, tesis, dan disertasi di atas materai Rp 6.000. Pernyataan ini dibuat dalam setidaknya tiga lembar asli pada tiga eksemplar skripsi, tesis, atau disertasi sebelum diajukan untuk ujian sidang.
3.4 Halaman ucapan terima kasih
                Bagian ini ditulis untuk mengemukakan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi. Ucapan terima kasih sebaiknya ditujukan kepada orang-orang yang paling berperan dalam penyelesaian skripsi, tesis, atau disertasi dan disampaikan secara singkat. Karena skripsi, tesis, dan disertasi termasuk kategori tulisan akademik formal, penulis diharap tidak 20 memasukkan ucapan terima kasih yang berlebihan, membuat pernyataan dan menyebutkan pihak-pihak yang tidak relevan.
3.5 Abstrak
                Saat pembaca atau penguji melihat skripsi, tesis, atau disertasi,bagian yang pertama kali mereka baca sesungguhnya adalah judul dan abstrak. Abstrak menjadi bagian yang penting untuk dilihat di awal pembacaan karena di sinilah informasi penting terkait tulisan yang dibuat dapat ditemukan. Penulisan abstrak sesungguhnya dilakukan setelah seluruh tahapan penelitian diselesaikan. Oleh karena itu abstrak kemudian menjadi ringkasan dari keseluruhan isi penelitian. Secara struktur, menurut Paltridge dan Starfield (2007, hlm. 156), abstrak umumnya terdiri atas bagian-bagian berikut ini:
1) informasi umum mengenai penelitian yang dilakukan
2) tujuan penelitian
3) alasan dilaksanakannya penelitian
4) metode penelitian yang digunakan
5) temuan penelitian.

3.6 Daftar isi
                Daftar isi merupakan penyajian kerangka isi tulisan menurut bab, subbab, dan topiknya secara berurutan berdasarkan posisi halamannya. Daftar isi berfungsi untuk mempermudah para pembaca mencari judul atau subjudul dan bagian yang ingin dibacanya. Oleh karena itu, judul dan subjudul yang ditulis dalam daftar isi harus langsung ditunjukkan nomor halamannya. Karena sifatnya yang sangat teknis, mahasiswa yang menulis skripsi, tesis, atau disertasi diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang terdapat dalam Microsoft Office Word, misalnya, untuk membuat daftar isi dari skripsi, tesis, atau disertasi yang mereka buat. Pembuatan daftar isi dengan fasilitas ini akan memerlukan pengetahuaan penggunaan Microsoft Office Word dengan teknik khusus, namun akan sangat membantu keakuratan dan otomatisasi dokumen yang sedang dibuat.

3.7 Daftar tabel
                Daftar tabel menyajikan informasi mengenai tabel-tabel yang digunakan dalam isi skripsi, tesis, atau disertasi beserta judul tabel dan posisi halamannya secara berurutan. Nomor tabel pada
daftar tabel ditulis dengan dua angka Arab, dicantumkan secara berurutan yang masing-masing menyatakan nomor urut bab dan nomor urut tabel di dalam skripsi, tesis, atau disertasi.

3.8 Daftar gambar
                Daftar gambar sama seperti fungsi daftar-daftar lainnya, yaitu menyajikan gambar secara berurutan, mulai dari gambar pertama sampai dengan gambar terakhir yang tercantum dalam skripsi, tesis, dan disertasi. Nomor gambar pada daftar gambar ditulis dengan dua angka Arab, dicantumkan secara berurutan yang masing-masing menyatakan nomor urut bab dan nomor urut
gambar.

3.9 Daftar lampiran
                Daftar lampiran menyajikan lampiran secara berurutan mulai dari lampiran pertama sampai dengan lampiran terakhir. Berbeda dengan daftar tabel dan daftar gambar, nomor lampiran 23 didasarkan pada kemunculannya dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Lampiran yang pertama kali disebut dinomori Lampiran 1. dan seterusnya.
.
3.10 Bab I: Pendahuluan
                Bab pendahuluan dalam skripsi, tesis, atau disertasi pada dasarnya menjadi bab perkenalan. Pada bagian di bawah ini disampaikan struktur bab pendahuluan yang diadaptasi dari Evans, Gruba dan Zobel (2014) dan juga Paltridge dan Starfield (2007).
1) Latar belakang penelitian. Bagian ini memaparkan konteks penelitian yang dilakukan. Penulis harus dapat memberikan latar belakang mengenai topik atau isu yang akan diangkat dalam penelitian secara menarik sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi dewasa ini. Pada bagian ini penulis harus mampu memosisikan topik yang akan diteliti dalam konteks penelitian yang lebih luas dan mampu menyatakan adanya gap (kekosongan) yang perlu diisi dengan melakukan pendalaman terhadap topik yang akan diteliti. Pada bagian ini sebaiknya ditampilkan juga secara ringkas hasil penelusuran literatur terkait teori dan temuan dari peneliti sebelumnya mengenai topik yang akan diteliti lebih lanjut.
2) Rumusan masalah penelitian. Bagian ini memuat identifikasi spesifik mengenai permasalahan yang akan diteliti. Perumusan permasalahan penelitian lazimnya ditulis dalam bentuk pertanyaan penelitian. Jumlah pertanyaan penelitian yang dibuat disesuaikan dengan sifat dan kompleksitas penelitian yang dilakukan, namun tetap mempertimbangkan urutan dan kelogisan posisi 24
pertanyaannya. Dalam pertanyaan penelitian yang dibuat, umunya penulis mengidentifikasi topik atau variabelvariabel yang menjadi fokus penelitian. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif pertanyaan penelitian biasanya mengindikasikan pola yang akan dicari, yakni apakah sebatas untuk mengetahui bagaimana variabel tersebar dalam sebuah populasi, mencari hubungan antara variabel satu dengan yang lain, atau untuk mengetahui apakah ada hubungan sebab akibat antara satu varibel dengan variabel yang lain.
3) Tujuan penelitian. Tujuan penelitian sesungguhnya akan tercermin dari perumusan permasalahan yang disampaikan sebelumnya. Namun demikian, penulis diharapkan dapat mengidentifikasi dengan jelas tujuan umum dan khusus dari penelitian yang dilaksanakan sehingga dapat terlihat jelas cakupan yang akan diteliti.
4) Manfaat/ signifikansi penelitian. Bagian ini memberikan gambaran mengenai nilai lebih atau kontribusi yang dapat diberikan oleh hasil penelitian yang dilakukan. Manfaat/ signifikansi penelitian ini dapat dilihat dari salah satu atau beberapa aspek yang meliputi:
 (1) manfaat /signifikansi dari segi teori (mengatakan apa yang belum atau kurang diteliti dalam kajian pustaka yang merupakan kontribusi penelitian),
(2) manfaat/ signifikansi dari segi kebijakan (membahas perkembangan kebijakan formal dalam bidang yang dikaji dan memaparkan data yang menunjukkan betapa seringnya masalah yang dikaji
muncul dan betapa kritisnya masalah atau dampak yang ditimbulkannya),
(3) manfaat/ signifikansi dari segi praktik (memberikan gambaran bahwa hasil penelitian dapat memberikan alternatif sudut pandang atau solusi dalam memecahkan masalah spesifik tertentu).
(4)manfaat/ signifikansi dari segi isu serta aksi sosial(penelitian mungkin bisa dikatakan sebagai alat untuk memberikan pencerahan pengalaman hidup dengan memberikan gambaran dan mendukung adanya aksi)(lihat Marshall & Rossman, 2006, hlm. 34-38).
5) Struktur organisasi skripsi, tesis, atau disertasi. Bagian ini memuat sistematika penulisan skripsi, tesis, atau disertasi dengan memberikan gambaran kandungan setiap bab, urutan penulisannya, serta keterkaitan antara satu bab dengan bab lainnya dalam membentuk sebuah kerangka utuh skripsi, tesis, atau disertasi.

3.11 Bab II: Kajian pustaka/ landasan teoretis
                Bagian kajian pustaka/ landasan teoretis dalam skripsi, tesis, atau disertasi memberikan konteks yang jelas terhadap topik atau permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Bagian ini
memiliki peran yang sangat penting. Melalui kajian pustaka 26 ditunjukkan the state of the art dari teori yang sedang dikaji dan kedudukan masalah penelitian dalam bidang ilmu yang diteliti. Pada prinsipnya kajian pustaka/ landasan teoretis ini berisikan
hal-hal sebagai berikut:
a. konsep-konsep, teori-teori, dalil-dalil, hukum-hukum, modelmodel, dan rumus-rumus utama serta turunannya dalam bidang yang dikaji;
b. penelitian terdahulu yang relevan dengan bidang yang diteliti, termasuk prosedur, subjek, dan temuannya;
c. posisi teoretis peneliti yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Pada bagian ini, peneliti membandingkan.

3.12 Bab III: Metode penelitian
                Bagian ini merupakan bagian yang bersifat prosedural, yakni bagian yang mengarahkan pembaca untuk mengetahui bagaimana peneliti merancang alur penelitiannya dari mulai pendekatan penelitian yang diterapkan, instrumen yang digunakan, tahapan pengumpulan data yang dilakukan, hingga langkah-langkah analisis data yang dijalankan. Berikut disampaikan kecenderungan alur pemaparan metode penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi yang menggunakan pendekatan kuantitatif (terutama untuk survei dan eksperimen) yang diadaptasi dari Creswell (2009).
1) Desain penelitian.
2) Partisipan
3) Populasi dan sampel
4) Instrumen penelitian
5) Prosedur penelitian
6) Analisis data

Sementara itu untuk penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, kecenderungan alur pemaparan metode penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi, seperti diadaptasi dari Creswell (2011), relatif lebih cair dan sederhana, dengan berisikan unsur-unsur di bawah ini.
1) Desain penelitian
2) Partisipan dan tempat penelitian
3) Pengumpulan data
4) Analisis data
5) Isu etik

pendekatan kuantitatif dan kualitatif di atas pada dasarnya masih mungkin mengalami variasi dan penyesuaian sesuai dengan kekhasan bidang kajian yang diteliti. Apa yang disampaikan merupakan panduan yang berisikan elemen-elemen penting yang dapat menjadi payung bagi penulisan skripsi, tesis, dan disertasi.

3.13 Bab IV: Temuan dan pembahasan

                Bab ini menyampaikan dua hal utama, yakni (1) temuan penelitian berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dengan berbagai kemungkinan bentuknya sesuai dengan urutan rumusan permasalahan penelitian, dan (2) pembahasan temuan penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Dalam pemaparan temuan penelitian beserta pembahasannya, Sternberg (1988, hlm. 54) menyatakan ada dua pola umum yang dapat diikuti, yakni pola nontematik dan tematik. Cara nontematik adalah cara pemaparan temuan dan pembahasan yang dipisahkan, sementara cara tematik adalah cara pemaparan temuan dan pembahasan yang digabungkan. Dalam hal ini, dia lebih menyarankan pola yang tematik, yakni setiap temuan kemudian dibahas secara langsung sebelum maju ke temuan berikutnya.

sumber :
http://www.upi.edu/main/file/akademik/Pedoman%20Penulisan%20Karya%20Ilmiah%20UPI%20Tahun%202014.pdf

http://www.academia.edu/8338243/Karya_Ilmiah_dan_Cara_berfikir_ilmiah

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CEYQFjAF&url=http%3A%2F%2Fyohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F38444%2Freferensi%2Bkutipan.pdf&ei=KvS5VMzKDZWguQS1kYKYBA&usg=AFQjCNHefxLLLBhD-sbMVbNtu7eOKCCEpQ&sig2=LKYrFX3y8Pdmtjk2jXqL-A